Senin, 19 November 2012

Tren Behel di Kalangan Pemuda

 

Fenomena behel sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2001, ketika telenovela Betty la Fea ditayangkan di salah satu stasiun televisi swasta. Namun, sosok Betty yang terlihat jelek dan kampungan dalam telenovela tersebut membuat persepsi masyarakat terhadap pengguna behel menjadi buruk. Setiap orang yang menggunakan behel pada tahun 2001-2003 seringkali dihina dan pasti dijuluki “Betty la Fea”.
Namun, berbeda halnya dengan zaman sekarang. Orang-orang yang menggunakan behel akan dianggap sebagai orang yang gaul, gaya, dan keren. Kemudian, behel ini pun sering dijadikan salah satu simbol status. Dengan harga pemasangan behel yang merogoh kocek cukup dalam tentunya menjadi sebuah kebanggaan bagi para pengguna behel karena tidak semua orang bisa menggunakan behel.
Jika dilihat dari sejarahnya, behel ini sebenarnya sudah ada sejak lama sekitar tahun 400-500 SM. Pada zaman tersebut, Hipocrates dan Aristoteles telah memikirkan cara untuk membuat gigi menjadi lurus. Di Yunani, penggunaan band metal pada mayat bertujuan untuk menjaga agar gigi orang yang telah meninggal tidak tanggal. Kemudian, penemuan mumi yang giginya terpasang band metal oleh seorang arkeolog membuat para peneliti melakukan penelitian terkait dengan fungsi band metal untuk meluruskan gigi. Akhirnya pada tahun 1900-an, orthodontist mulai muncul dan berkembang mulai dari bentuk kayu, emas, platinum, dan perak.
Orthodontist sendiri di Indonesia sudah ada sejak tahun 1980-an. Akan tetapi belum banyak masyarakat yang menggunakan dental bracket pada tahun itu. Meskipun pada tahun 2001 masyarakat sudah mengenal dental bracket, masyarakat masih tidak peduli dengan behel dan memiliki stereotip yang buruk terhadap pengguna dental bracket.
Sebenarnya, tujuan pelurusan gigi yang telah lama dipikirkan oleh Aristoteles dan Hipocrates adalah agar susunan gigi manusia sesuai dengan susunan gigi sebagaimana mestinya.Dengan susunan gigi yang rapi, maka fungsi kunyah akan berjalan dengan baik. Selain itu, gigi yang rapi juga meminimalisir terjadinya lubang dan karang pada gigi.
Seiring perkembangan zaman, behel pun kini menjadi sebuah tren yang fenomenal bagi anak muda. Selain untuk merapikan gigi, behel atau kawat gigi ini pun berfungsi sebagai aksesoris yang fashionable serta melambangkan status sosial. Kesan yang ditimbulkan jika seseorang menggunakan kawat gigi ialah trendi dan fashionable. Maka dari itu, tidaklah heran jika banyak anak muda ingin menggunakan behel.
Kemudian, fenomena behel ini tidak hanya digandrungi oleh kaum muda, tetapi juga merambah hingga para pembantu rumah tangga dan ibu-ibu. Melihat peluang ini, para pengusaha pun berlomba-lomba untuk memenuhi hasrat dari konsumen. Sehingga yang terjadi adalah maraknya penjualan behel dengan harga murah secara online (melalui blog, website, ataupun situs jejaring sosial) dan juga maraknya ahli gigi yang menawarkan jasa pemasangan behel dengan harga murah, bahkan ada pula tukang gigi keliling yang memberikan jasa pemasangan behel dengan harga di bawah Rp 500.000,00.

Alasan Anak Muda Menggunakan Behel
Dari hasil wawancara kami terhadap 8 responden, yang terdiri dari 4 laki-laki dan 4 perempuan, kami menemukan beragam alasan mengenai penggunaan behel. Meskipun sebagian besar dari responden menggunakan behel dengan tujuan kesehatan yaitu agar gigi mereka rapi, kami juga mendapati beberapa alasan yang unik mengapa mereka menggunakan behel.
Salah satu responden mengatakan alasan ia menggunakan behel adalah karena ia tertarik dengan bentuk karet behel yang sekarang telah memiliki banyak variasi. Ada pula yang mengatakan bahwa ia menggunakan behel karena tidak percaya diri dengan giginya yang tidak “dipagari” behel. Ada pula yang menggunakan behel karena menuruti saran dokter dan orangtua. Tetapi, pada intinya mereka ingin tampil lebih percaya diri setelah menggunakan behel.
Dari sini kami menemukan bahwa ada dua jenis kepercayaan diri yang ditimbulkan setelah menggunakan behel. Ada sebagian responden yang menjadi percaya diri setelah behelnya terpasang, namun ada pula sebagian responden yang menjadi percaya diri setelah susunan giginya menjadi rapi. Meskipun sama-sama bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri, kepercayaan diri ini memiliki pengertian yang berbeda.

Orthodontist Vs Ahli Gigi
Untuk memasang behel, diperlukan orthodontist yang telah mempelajari dan memahami bagaimana susunan gigi yang baik. Akan tetapi, karena jasa pemasangan behel yang diberikan oleh orthodontist sangat mahal (antara 7 juta s/d 17 juta rupiah) maka banyak orang menggunakan jasa ahli gigi yang biaya pemasangannya jauh lebih murah.
Berdasarkan survei kami terhadap 8 responden, 3 dari 8 orang yang mempercayakan ahli gigi untuk memasang behel. Sedangkan selebihnya mempercayakan orthodontist. Dengan menggunakan jasa ahli gigi, mereka dapat menggunakan behel dengan harga pemasangan yang murah dan tetap mendapatkan pelayanan yang sama dengan pelayanan yang diberikan oleh orthodontist. Selain itu, mereka juga bisa mendapatkan fasilitas kontrol gratis dan bahkan jasa pemasangan behel gratis apabila mereka berhasil merekomendasikan tukang gigi tersebut kepada teman-temannya.
Meskipun jasa pemasangan behel di orthodontist mahal, para responden lebih mempercayainya karena orthodontist adalah orang yang telah mempelajari dan memahami bagaimana susunan gigi yang benar. Apabila pemasangan behel dilakukan oleh orang awam yang hanya mempelajari mengenai orthodonti secara singkat maka kemungkinan untuk terjadi kesalahan adalah sangat besar. Kesalahan tersebut dapat mengakibatkan sakit kepala menahun dan banyak penyakit lainnya karena gigi merupakan pusat syaraf anggota tubuh kita yang lain. Maka dari itu, para dokter gigi di Indonesia menyarankan kepada masyarakat agar menggunakan jasa orthodontist dalam pemasangan behel.

Anxiety berubah menjadi Desire, bahkan keduanya berjalan bersamaan
Dari hasil survei yang kami lakukan, kami dapat melihat bahwa anak muda memiliki anxiety terhadap susunan giginya yang tidak rapi sehingga mereka mau menggunakan behel. Dengan susunan gigi yang rapi, tentunya akan membuat gigi menjadi lebih sehat karena lubang dan karang pada gigi akan sulit terbentuk. Namun, ada pula yang menggunakan behel karena takut dianggap tidak gaul, takut dianggap orang miskin, dsb.
Kemudian kami menemukan kegelisahan tersebut berubah menjadi hasrat agar mereka diakui dan dapat tampil percaya diri. Selain itu, ada pula yang menggunakan behel hanya untuk memenuhi emotional benefit-nya. Seperti tertarik dengan warna karet yang unik, bentuk karet yang ia sukai, dsb.
Lalu ada pula yang menggunakan behel karena kegelisahan dan sekaligus hasrat dalam dirinya. Contohnya adalah yang terjadi pada salah satu responden kami. Dia memilih untuk menggunakan behel lagi setelah giginya rapi karena ia tidak percaya diri dengan tampilan barunya tanpa behel. Selain itu, dia juga memiliki alasan agar tampil fashionable dengan behel tersebut. Dari kasus ini terlihat bahwa anxiety dan desire pada anak muda yang menggunakan behel berjalan sekaligus.
Melihat anxieties dan desire anak muda ini, para pebisnis pun langsung mengambil kesempatan dengan menawarkan beragam paket behel melalui internet dan bahkan memproduksi jenis behel baru seperti behel fashion dan behel mainan. Banyak para pebisnis yang menawarkan kepada masyarakat untuk menjadi reseller behel. Selain para pebisnis, ahli gigi dan tukang gigi pun juga memanfaatkan momen ini. Maraknya penggunaan sosial media di Indonesia sangat membantu para pebisnis dalam memasarkan behel.
Jadi, tren behel yang terjadi saat ini membuka peluang bisnis yang bagus bagi para pebisnis, meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia terhadap kesehatan gigi, dan menjadi salah satu indicator untuk tampil gaya. Sehat itu, cantik dan bergaya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar